Cerita dari mereka yang merasakan langsung.
Dari pengurus, guru pengajar, anak didik, hingga masyarakat yang menerima bantuan — inilah suara mereka.
Saya ingat kembali kenangan awal mula saat saya bergabung dengan yayasan ini. Alasan saya bergabung dalam Yayasan Sungai Kasih karena pelayanan ini lebih fokus dan murni pada satu tujuan. Pelayanan dalam yayasan ini terfokus kepada anak-anak sebagai generasi penerus dengan cara mendirikan Rumah Kasih dan misi lainnya adalah pertolongan jiwa-jiwa dalam berbagai macam musibah seperti bencana alam.
Di Minggu Ceria Rumah Kasih begitu banyak warna-warni mulai dari latar belakang kehidupan mereka, sifat dan karakter dan lain sebagainya, tetapi semuanya itu telah melatih saya secara pribadi untuk belajar mengasihi, menjadi orang yang lebih sabar, dan memahami serta menangani dunia anak-anak, supaya mereka dapat belajar dengan baik dan penuh semangat dalam meraih cita-cita mereka.
Sejak pertama kali mengajar sampai hari ini saya melihat ada perubahan yang sangat signifikan dari anak-anak di Rumah Kasih. Pelajaran les bahasa Inggris yang kami sampaikan melalui alat peraga, games, musik dan lagu membuat anak-anak sangat antusias dan menyukai pelajaran ini. Ada sukacita yang luar biasa melihat mereka semakin bertumbuh dan memiliki impian suatu hari kelak menjadi pemimpin-pemimpin yang dapat memuliakan Tuhan.
Waktu pertama kali masuk Rumah Kasih saya merasa nyaman. Saya senang bisa mengenal Tuhan dan belajar bahasa Inggris dan Mandarin gratis. Cita-cita saya setelah besar ingin menjadi pengusaha.
Saya senang bisa belajar di Rumah Kasih. Dulu saya nakal, tetapi sekarang tidak nakal lagi. Cita-cita saya setelah besar ingin menjadi ABRI.
Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Yayasan Sungai Kasih. Kami akan merawat dan membesarkan sapi-sapi ini sehingga memberikan penghasilan untuk kelangsungan hidup masyarakat di sini.